Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 21 Agustus 2012

Sterilisasi ( Tubektomi & Vasektomi )

STERILISASI
 
Sterilisasi adalah salah satu metode kontrasepsi secara operatif untuk mencegah kehamilan. Pada wanita dilakukan dengan tubektomi sedangkan pada pria disebut vasektomi.

 Kapan waktu yang tepat untuk sterilisasi?
  • Anda tidak menginginkan keturunan lagi.
  • Usia anda saat ingin melakukan sterilisasi lebih dari 30 tahun.
  • Jumlah anak anda lebih dari 3.
  • Tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan hati .

TUBEKTOMI
Tubektomi adalah proses sterilisasi dengan cara mengikat saluran telur (tuba falopi).


Ada 4 cara melakukan Tubektomi yaitu :
  • Sterilisasi tuba yang dilakukan saat operasi Sectio Caesar atau operasi perut lainnya. Biasanya pilihan anestesinya adalah anestesi spinal pada SC.
  • Minilaparotomy postpartum setelah persalinan pervaginam. Biasanya dilakukan 12-24 jam setelah persalinan dengan anestesi local dan sedasi ringan bila perlu.
  • Minilaparotomy interval. Sterilisasi di luar masa nifas. (sama dengan atas)
  • Laparoskopi. Dapat dilakukan 6-8minggu setelah persalinan, atau setelah abortus atau kapanpun pasien siap. Anestesi yang digunakan adalah bius umum.
 
Apa yang harus dipersiapkan sebelum operasi?
  • Kontrasepsi sebelumnya terus dipertahankan hingga hari operasi
  • Jangan melakukan hubungan seksual minimal 4 hari sebelum operasi
  • Tes kehamilan negative sebelum operasi
  • Sebaiknya operasi dilakukan saat satu minggu setelah menstruasi
  • Puasa minimal 6 jam sebelum operasi dilakukan

Bagaimana proses Tubektomi dilakukan?
Prinsip tubektomi adalah menghalangi telur melewati saluran telur sehingga tidak terjadi konsepsi dengan sperma. Tubektomi dilakukan dengan cara mengikat kedua saluran telur anda, dapat melalui ligasi langsung pada saluran, elektrokoagulasi tuba, pemasangan cincin tuba, pemasangan klip pada tuba (ketiga cara terakhir dilakukan dengan laparoskopi).
Kemudian minilaparotomy adalah tekhnik dengan sayatan sebesar 3cm di atas pubis anda, untuk kemudian kemudian dilakukan ligasi tuba. Minilaparotomy dapat dilakukan dokter terlatih dengan biaya lebih murah, hanya saja parut luka yang dihasilkan cukup besar.Sedangkan laparoskopi harus dilakukan spesialis kebidanan dan biaya lebih mahal, tetapi luka parut yang dihasilkan kecil bahkan nyaris tak terlihat dan penyembuhan lebih cepat.

Komplikasi yang mungkin muncul :
  • Perdarahan
  • Perlengketan (adhesi) organ intraabdomen
  • Salphyngitis (radang saluran tuba).
  • Cidera organ perut 
  • Bila timbul panas, nyeri perut dan keluar cairan atau darah dari bekas sayatan, maka sebaiknya anda segera ke dokter.

Hal yang diperhatikan setelah Tubektomi :
  • Istirahat dan jaga luka sayatan bersih dan kering selama 2 hari
  • Hindari hubungan seksual selama 1 minggu. Bila sesudah itu masih merasa tidak yaman, maka dapat ditunda dulu.
  • Jangan mengangkat beban berat atau menekan daerah operasi setidaknya 1 minggu setelah operasi.
  • Bila terdapat tanda-tanda kehamilan, segera periksakan diri ke dokter atau bidan.

Apakah sterilisasi bisa gagal?
Kegagalan biasanya terjadi bila sebelum operasi telah terjadi kehamilan sebelumnya. Bila tidak maka angka keberhasilan sterilisasi adalah 99%.

Bagaimana bila memutuskan untuk hamil lagi?
Tidak perlu khawatir, dengan teknologi saat ini, angka keberhasilan hamil adalah 75% setelah keadaan tuba dikembalikan seperti semula setelah sterilisasi dilakukan. Hanya saja resiko kehamilan di luar kandungan juga meningkat.

Apakah sterilisasi menganggu menstruasi dan hormon ?
Ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa tubektomi menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan nyeri saat menstruasi tapi ini terjadi pada tubektomi cara lama. Malahan tubektomi terbukti mengurangi resiko kanker ovarium selama 20 tahun setelah operasi.


VASEKTOMI
Vasektomi adalah metode sterilisasi dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum Vasektomi?
  • Mandi sebelum operasi dilakukan atau setidaknya membersihkan daerah skrotum (buah zakar) dan selangkangan paha.
  • Membawa celana khusus untuk menyangga skrotum.
  • Cukur atau potong pendek rambut kemaluan (pubis) anda.
 
Bagaimana cara melakukan Vasektomi?
Prinsip vasektomi adalah mengikat kedua saluran sperma anda. Ada beberapa alternatif lain tersedia untuk mengikat yaitu dengan cara mengikat saja, memasang klip tantalum, kauterisasi, menyuntikkan sclerotizing agent, menutup saluran dengan jarum dan kombinasinya.
Ada dua cara melakukan Vasektomi yaitu :
  1. Metode vasektomi standar --> cara ini dimulai dengan melakukan anestesi/bius lokal ke daerah pertengahan skrotum (bila anda takut anda dapat meminta sedasi). Kemudian dilakukan sayatan 1-2cm diatasnya. Bila saluran sudah tampak maka saluran akan dipotong, lalu kedua ujungnya akan diikat. Hal sama akan dilakukan pada saluran sperma satunya. Kemudian luka ditutup dengan penjahitan.
  2. Metode vasektomi tanpa pisau --> Proses awalnya sama yaitu melakukan anestesi lokal pada skrotum lalu dengan klem dilakukan fiksasi pada saluran sperma, kemudian dengan forceps khusus dibuang lubang, lalu saluran ditonjolkan keluar untuk dikeluarkan melalui lubang forceps yang sudah diperbesar. Kemudian saluran sperma dipotong dan diikat dengan benang lalu dikembalikan ke dalam skrotum. Luka ditutup dengan perban.
 
Komplikasi yang mungkin muncul adalah :
  • Perdarahan
  • Hematom skrotum
  • Infeksi pada luka yang timbul atau epididimitis
  • Granuloma sperma, berupa benjolan kenyal yang kadang nyeri pada skrotum bagian atas. Biasanya timbul 1-2 minggu setelah vasektomi. Terapinya dengan membuang granuloma dan mengikat saluran sperma kembali.
  • Reaksi autoimun terhadap sperma sendiri. Hal ini belum pernah terbukti.

Yang harus diperhatikan setelah Vasektomi :
  • Luka harus dijaga bersih dan pakailah celana dalam yang bersih dan kering.
  • Pakailah celana penyangga skrotum untuk 3-4 hari setelah operasi.
  • Jangan bekerja berat atau mengangkat barang berat ninimal 3-7 hari sesudahnya.
  • Jangan menaiki sepeda minimal 3 bulan sesudah vasektomi.
  • Anda boleh berhubungan seksual dengan pasangan anda bila anda merasa siap. Biasanya seminggu setelah operasi.
 
Apakah Vasektomi ini bisa gagal?
Bila dilakukan dengan benar, maka angka keberhasilannya sekitar 99%. Untuk memastikan keberhasilan, maka 3 bulan setelah vasektomi akan dilakukan pemeriksaan analisa sperma. Vasektomi dikatakan berhasil bila hasilnya azoospermia.
Bagaimana bila memutuskan ingin punya anak lagi?
Vasektomi dapat dianggap sebagai sterilisasi yang permanen, artinya walaupun saluran sperma disatukan kembali, angka keberhasilan hamil hanyalah 50%. Semakin lama interval waktu sejak vasektomi dilakukan, semakin kecil angka keberhasilan hamil. Waktu yang terbaik untuk menyatukan kembali saluran sperma adalah < 3 tahun setelah vasektomi dilakukan.

Apakah Vasektomi akan meningkatkan resiko kanker prostat?
Menurut penelitian terbaru, tidak ada hubungan pasti antara vasektomi dengan peningkatan resiko kanker prostat. Jadi anda tidak perlu khawatir.

Apakah Vasektomi akan mengganggu hubungan seksual ?
Tentu saja tidak akan mengalami disfungsi ereksi atau ejakulasi dini karena vasektomi tetap bisa berhubungan seksual seperti biasa dan ejakulasi, hanya saja tidak ada sperma dalam cairan mani yang dikeluarkan.

Kesimpulan Tubektomi & Vasektomi
Walaupun keduanya sama efektifnya,dan tanpa efek samping jangka lama, tapi biaya vasektomi jauh lebih murah dan komplikasi yang ditimbulkan tidak sehebat tubektomi, jadi sebagai pilihan kontrasepsi steril maka vasektomi lebih baik dari tubektomi. Hanya saja vasektomi lebih permanen dibandingkan tubektomi sehingga harus yakin bahwa memang tidak ingin memiliki keturunan lagi.




By : 
Mahasiswa S1 - Keperawatan
Stikes Ganesha Husada Kediri

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum..
    saudara-saudariku..
    kenapa sih gambar kalian lebih banyak daripada input yang kalian berikan. seharusnya jika permasalahan ini di kupas dengan berdasarkan qaul2 ulama alangkah cantiknya...

    BalasHapus
  2. apakah berhubungan intim tanpa mengeluarkan sperma sama rasanya dg klimaks normal?
    saya sebenarnya ingin melakukan vasektomi, tapi membaca komplikasi di atas? aduuuh jadi pikir2 lagi

    BalasHapus